Petunjuk Pemasangan:
Dalam pemasangan, beban pipa tidak boleh dibebani pada pompa air tetapi ditopang masing-masing agar pompa tidak berubah bentuk sehingga mempengaruhi kinerja dan umur kerja.
Pompa dan motor terintegrasi, tidak perlu penyelarasan dalam pemasangannya, sehingga pemasangannya sangat mudah.
Dalam pemasangannya, baut jangkar harus dikencangkan agar getaran start tidak mempengaruhi kinerja pompa.
Sebelum memasang pompa air, perlu dilakukan pengecekan secara teliti apakah ada benda keras (seperti batu dan pasir besi) yang mempengaruhi kerja pompa pada saluran alirannya agar tidak merusak impeler dan badan pompa selama bekerja.
Untuk memudahkan perawatan dan penggunaan yang aman, katup kontrol dipasang masing-masing pada saluran masuk dan keluar pompa dan pengukur tekanan dipasang di dekat saluran keluar pompa untuk menjamin pengoperasian dalam rentang head angkat dan aliran terukur, memastikan pengoperasian normal pompa dan memperpanjang masa pakainya.
Jika pompa digunakan untuk fungsi hisap, katup bawah harus dipasang dan tidak boleh ada putaran berlebihan pada pipa saluran masuk atau kebocoran air dan gas.
Pipa pembuangan, seperti katup satu arah, harus dipasang di luar katup gerbang.
Setelah pemasangan, putar poros pompa, dan impeller tidak boleh menimbulkan suara gesekan atau kejang; jika tidak, pompa perlu dibongkar untuk memeriksa alasannya.
Pemasangan pompa mencakup dua mode sambungan: kaku dan fleksibel.
Start dan Stop :
(I) Persiapan sebelum start
Putar bilah kipas motor dengan tangan dan impeler harus berputar secara fleksibel tanpa macet dan gesekan.
Buka katup masuk dan juga katup buang untuk mengisi seluruh ruang pompa dengan cairan lalu tutup katup buang.
Putar pompa dengan tangan agar cairan pelumas dapat masuk ke permukaan ujung segel mekanis.
Jog motor untuk memastikan arah putarannya akurat.
(II) Memulai dan menjalankan
Buka katup masuk sepenuhnya dan tutup katup pipa pembuangan.
Pasang, ketika kecepatan normal pompa mencapai, buka katup pipa keluar secara bertahap dan sesuaikan dengan kondisi kerja yang diperlukan.
Catatan untuk mengamati pembacaan instrumen dan memeriksa kondisi kebocoran kelenjar poros. Dalam kondisi normal, kebocoran segel mekanis harus <3 tetes/menit. Periksa apakah suhu motor dan bantalan ≤70℃; jika terjadi kelainan, masalah tersebut harus segera diatasi.
(III) Berhenti
Tutup katup pipa pembuangan secara bertahap dan matikan aliran listrik.
Tutup katup masuk.
Jika suhu sekitar lebih rendah dari 0℃, cairan di dalam pompa perlu dikeluarkan untuk menghindari retakan beku pada pompa.
Agar tidak digunakan dalam waktu lama, pompa perlu dibongkar untuk dibersihkan, dikemas, dan disimpan.
Pemeliharaan Pompa:
(I) Pemeliharaan dalam pelayanan
Pipa saluran masuk air harus kedap udara dalam tingkat yang tinggi.
Pompa dilarang beroperasi terus menerus dalam keadaan kavitasi.
Motor dilarang mengalirkan arus berlebih secara terus menerus pada saat pompa bekerja dalam keadaan aliran tinggi.
Periksa secara teratur apakah pompa terus menerus mengalirkan arus berlebih.
Pompa selama berjalan harus berada di bawah tanggung jawab personel tertentu untuk menghindari kecelakaan.
Bantalan harus diminyaki setiap 500 jam pompa bekerja. Mesin dengan tenaga motor lebih tinggi dari 11KW dilengkapi dengan pengisi oli sehingga oli dapat diinjeksi langsung dengan pistol oli bertekanan tinggi untuk memastikan pelumasan bantalan yang baik.
Jika unit pompa mengeluarkan suara bising dan getaran hebat akibat abrasi mekanis setelah pengoperasian terus-menerus, maka perlu dihentikan untuk memeriksa dan juga mengganti komponen dan bantalan yang aus jika perlu. Umumnya masa perombakan unit adalah satu tahun.
(II) Perawatan segel mekanis
Pelumasan segel mekanis harus bersih dan tidak mengandung partikel padat.
Segel mekanis dilarang bekerja dalam keadaan penggilingan kering.
Sebelum memulai, putar pompa (motor) beberapa putaran untuk menghindari patah dan rusaknya seal ring akibat start mendadak.